Tampilkan postingan dengan label mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Pancasila identitas Bangsa Indonesia

Pancasila:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuaan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Kelima sila yang menjadi dasar negara kita ini yang merupakan identitas bangsa kita ini sudah mulai menghilang dalam diri kita Bangsa Indonesia. Pancasila yang dulu telah susah payah di rumuskan oleh para pendiri bangsa kita ini beberapa diantaranya adalah Muhammad Yamin, dan Presiden pertama kita Ir. Soekarno, namun jika para pendiri bangsa ini masih dapat hidup dan melihat bangsa yang beliau-beliau perjuangkan ini sekarang sudah mulai kehilangan jati diri mereka ideologi mereka yaitu PANCASILA, pastinya mereka akan sedih melihat negara yang mereka perjuangkan kemerdekaannya ini dengan darah bahkan nyawa mereka disia-siakan begitu saja.

Banyak diantara kita sekarang para mahasiswa sudah mulai melupakan bahkan lupa dengan PANCASILA ideologi bangsa mereka sendiri. Sedih melihat keadaan ini para penerus pejuang-pejuang yang telah banyak berkorban bahkan sampai dengan nyawa mereka kita sia-siakan bahkan sebagian dari kita lupakan perjuangan mereka begitu saja. Melupakan Pancasila sama halnya dengan kehilangan jati diri kita. Kasus yang sedang beredar sekarang inilah fakta keterpurukan loyalitas PANCASILA salah satu kasusnya NII (Negara Islam Indonesia) dalam kasus ini NII memaksa negara kita menjadi Negara Islam padahal ini tidak sejalan dengan ideologi bangsa kita "PANCASILA" yang toleran terhadap agama-agama yang telah diakui di Indonesia ini.

NII yang telah banyak memakan korban bahkan sebagian besar korbannya di kalangan mahasiswa lagi-lagi ini merupakan fakta melemahnya ideologi pancasila di kalangan mahasiswa. Saya yakin jika ideologi PANCASILA tela tertancap di hati sanubari masing-masing bangsa Indonesia saya yakin tidak akan ada ideologi asing yang masuk ke negara kita. 

AYO mulai kita bangun rasa PANCASILA dimulai dengan diri sendiri dengan cara mulai dengan melihat pancasila kembali, mulai terapkan rasa toleran terhadap sesama, mulai menerapkan rasa adil, berusaha menghargai jasa para pahlawan, bagi kita mahasiswa dimulai dari berjuang di organisasi yang peduli dengan negara kita, belajar dengan sungguh-sungguh dengan tujuan mencipatakan lapangan kerja untuk kesejaheteraan sosial, mulai peduli dengan kejadian-kejadian di masyarakat. 

Ini sebagian dari pemikiran saya maaf apabila banyak kekurangan dan kesalahan dalam posting saya kali ini.

perjuangan

"Perjuangan koboi.
Seorang koboi datang ke sebuah kota dari horison yang jauh di kota ini sedang merajalela perampokan, perkosaan dan ketidak adilan. koboi ini menantang sang bandit berduel dan ia menang. setelah banditnya mati penduduk kota yang ingin berterima kasih mencari sang koboi. Tetapi ia telah pergi ke horison yang jauh. Ia tidak ingin pangkat-pangkat atau sanjungan-sanjungan dan ia akan datang lagi kalau ada bandit-bandit berkuasa.
Demikian pula mahasiswa. Ia turun ke "kota" karena terdapat "bandit-bandit PKI" yang sedang menteror penduduk, merampok kekayaan rakyat dan mencemarkan wanita-wanita terhormat. Mahasiswa ini menantangnya dengan berduel dan menang. Setelah ia menang ia balik lagi ke bangku-bangku kuliah, sebagai mahasiswa yang baik. Ia tidak ingin mengeksploitir jasa-jasanya untuk mendapatkan rezeki-rezeki."

Tulisan diatas adalah kutipan dari Buku catatan seorang demonstran. Disini jelas bahwa mahasiswa pada masa-masa rezim orde baru telah berjuang sekuat tenaga untuk membela bangsa mereka yang mereka cintai. Mereka tidak mau melihat bangsa mereka diperlakukan dengan semena-mena. Kita mahasiswa layaknya koboi yang menumpas bandit-bandit setelah koboi itu menang maka ia akan pergi jauh dari kota dan akan kembali lagi bila terjadi penindasan. Kita sebagai mahasiswa pada zaman ini juga seharusnya selayaknya seperti seorang koboi seperti para pendahulu kita lakukan. Jangan hanya bersembunyi menutup mata, telinga dan hati kita atas apa yang terjadi diluar sana apa yang terjadi dengan negara dan bangsa kita ynag telah diperjuangkan para pendahulu kita untuk merdeka, merdeka dari penjajahan merdeka dari kekuasaan yang absolut, merdeka dari berbagai belenggu yang telah merantai hak-hak kebebesan. Mahasiswa harus muncul dari naungan rahim yang nyaman buka mata, telinga dan hati kita atas apa yang terjadi di bangsa kita ini negara Indonesia yang telah di perjuangkan oleh para pahlawan. Perjuangan terus berlanjut ayo kita bangkit dan membela bangsa kita yang butuh pertolongan ini. Berdiri dan melangkah dengan gagah berani membantu bangsa kita ini.

Kita jangan hanya mementingkan diri kita sendiri perlu disadari diluar sana banyak orang-orang yang memerlukan bantuan dari kita mahasiswa. Kita harus selalu beriringan dengan kondisi negara kita jangan hanya diam apabila ada sesuatu yang terjadi dalam pemerintahan ini kita harus cepat tanggap. Kebanyakan orang berdemonstrasi merupakan hal yang buruk dianggap anarki dan berbagai pandangan negatif lainnya padahal disadari atau tidak pemerintahan kita sekarang berkat para mahasiswa pendahulu kita yang berdemonstrasi dengan tujuan membela bangsanya yang terdzolimi pada masa yang lampau. Kutipan salah satu kata-kata soe hok gie: "Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan." Kejahatan itu tidak hanya dengan melakukan sesuatu jika kita diam saja tidak mau tahu menau tentang keadaan bangsa kita adalah salah satu KEJAHATAN.

Politik adalah sesuatu yang kotor tapi jika kita sudah terdesak dan memang perlu dilakukan maka lakukanlah dengan dasar prinsip yang jelas dan tegas seperti kata soe hok gie "Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah." Sepengetahuan saya gie adalah sosok yang netral dalam beliau tidak suka membela golongan dan kepentingan individu, agama maupun ras jadi beliau terjun di lumpu-lumpur yang kotor itu karena terdesak dan memang perlu tindakan untuk terjun ke lumpur-lumpur yang kotor itu.

Sebagai mahasiswa sudah layaknya kita seperti pendahulu kita mereka yang berjuang bahkan dengan taruhan nyawa mereka berani dengan bermodalkan suara mereka melawan militer-militer dengan tank-tank, panser dan persenjataan lengkap mereka. Sekarang kita sudah pada era demokrasi dimana kebebasan berpendapat dijamin lalu mengapa kita hanya diam melihat pertiwi yang mengerang-erang memanggil kita untuk menolong mereka??. Kebanyakan orang-orang memang menghindari demonstrasi karena dinilai negatif tapi coba jika kita melakukannya atas dasar yang soe hok gie bicarakan: "Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun." Dengan atas dasar ini maka kemungkinan besar demonstrasi kita tidak akan dinilai anarki karena kita netral dalam melakukannya demi bangsa kita tidak demi kepentingan atau atas dasar suatu golongan, kepentingan individu, ormas ataupun agama dengan begini kita melakukan suatu demonstrasi dengan maksud membantu membuat keadaan menjadi lebih baik bukan malah memperkacau ataupun merusak keadaan, sampai saat ini cita-cita soe hok gie masih belum tercapai karena kebanyakan dari kita melakukan suatu tindakan politis dengan atas dasar maksud tertentu belum ikhlas demi tanah air kita bangsa kita.

Mahasiswa seharusnya tampil layaknya koboi yang membasmi kejahatan setelah kejahatan itu pergi maka mahasiswa pun selayaknya juga pergi tanpa mengharapkan sesuatu jabatan, pangkat dan keuntungan lainnya dan kemudian pergi kemabali menuju bangku kuliah dan kembali ke akademiknya setelah selesai mengusir kejahatan itu dan ketika kejahatan itu kembali maka mahasiwa pun kembali untuk melawannya selayaknya seorang koboi.

mahasiswa

Sebenarnya apa arti dari mahasiswa??.
Apakah sama artinya dengan siswa ketika kita duduk di bangku TK, SD, SMP, dan SMA??. Apakah mahasiswa itu hanya bertugas untuk belajar, mengerjakan tugas dari dosen, mendengarkan dosen, belajar yang rajin agar mendapatkan IP/nilai yang tinggi. Pulang kuliah terus langsung pulang ke kos atau rumah masing-masing atau bahkan jalan-jalan muter-muter kemana-mana. Aktivitasnya cuma berangkat kuliah, selesai kuliah pulang, jalan-jalan, main, belajar (kalau yang memang belajar) terus tidur dan esoknya kembali lagi dengan aktivitas yang sama. Bukankah jika begitu kita tidak berbeda dengan siswa TK, SD, SMP, dan SMA?. lalu apa bedanya MAHASISWA dengan SISWA?.

Yang membedakan antara mahasiswa dengan siswa adalah TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI:
  • Dharma pendidikan
  • Penelitian
  • Pengabdian masyarakat
Tetapi dalam realita kehidupan dewasa ini para mahasiswa yang mengamalkan tri dharma tersebut hanya sebagian. Sebagian mahasiswa hanya dalam taraf pendidikan saja sedangkan poin-poin tri dharma lainnya agak kurang, jika ini yang terjadi apa bedanya kita dengan siswa yang memakai seragam merah putih, biru putih, dan putih abu-abu???. Perbedaan mahasiswa sekarang sangat mencolok dari pada masa doeloe. mahasiswa sebelum kita merdeka sebelum tahun 1945 mereka adalah mahasiswa yang hebat dan sangat pintar menurut saya bayangkan saja mereka menempuh sarjananya di luar negeri kebanyakan di negara Belanda. karena pada masa itu di Indonesia sendiri sangat sedikit atau bisa dikatakan jarang memiliki perguruan tinggi. Otomatis mereka yang belajar di luar negeri adalah orang-orang yang pintar bayangkan saja mereka dapat menguasai bahasa belanda dengan fasih sebab jika tidak maka mereka akan kesulitan dalam menyerap ilmu di negeri kincir angin sana. rasa patriotis, kepedulian, dan persatuan mereka sangatlah tinggi saya rasa. Karena mereka sebagai mahasiswa merasa mempunyai kewajiban untuk mempersatukan bangsa dan melawan penjajah. Mereka sadar tanpa persatuan maka negara Indonesia yang mereka cintai tidak akan dapat MERDEKA tanpa adanya persatuan. Padahal di satu sisi mereka harus menempuh pendidikannya dengan hasil yang bagus. Betapa luar biasanya beliau-beliau yang telah mengorbankan kepentingan individu mereka untuk persatuan bangsa Indonesia. dan sudah jelas ini adalah dharma yang ketiga dharma pengabdian kepada masyarakat. saya yakin mereka telah melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi dengan baik.

Mahasiswa pada masa setelah 1945-runtuhnya rezim orde lama. Mahasiswa pada zaman ini tidak bisa bersantai-santai setelah kemerdekaan mereka berperan penting dalam masa ini. Setelah kemerdekaan bangsa Indonesia harus mempertahankan kemerdekaanya. dan setelah mereka sekarang yang jadi pertanyaan bagaimana cara memerintah NKRI ini. Kemudian mulailah pergolakan antara saudara setanah air. Politik dipermainkan, keadaann ekonomi yang belum stabil, keamanan yang belu terjamin, kemakmuran,, kesejahteraan, dasar negara adalah yang terjadi kontroversi pada masa itu. Mahasiswa pada masa ini pun bergerak atas tergugahnya rasa prihatin terhadap negaranya. Pada masa ini tercetuslah TRITURA (Tiga Tuntutan Rakyat) :
  1. BUBARKAN PKI
  2. Perombakan Kabinet
  3. Turunkan harga      
TRITURA ini terjadi karena adanya kondisi politik yang simpang siur dan terbentuknya PKI yang meresahkan masyarakat .Perombakan Kabinet dan Turunkan harga karena harga pada masa itu adalah terlalu melambung tinggi. dalam masa ini muncullah tokoh mahasiswa bernama SOE HOK GIE dialah yang sangat oposisif terhadap perintah lewat tulisannya yang berisi kritik-kritik yang tajamm kepada pemerintah dalam masa itu. Saya sangat mengapresiasi GIE dengan usaha-usahanya dalam mengkritik pemerintah walaupun pada akhirnya Beliau meninggal dalam usia muda dan meninggalnya beliau menurut saya masih merupakan misteri. Dalam rezim orde baru ini mahhasiswa menjalan TRI DHARMA perguruan tinggi.

Mahasiswa pada periode 1990-2000. Pada masa ini yang paling disorot adalah tragedi TRISAKTI ketika mahasiswa bersatu untuk meruntuhkan rezim ORDE BARU seperti pada masa soe hok gie yang lalu. Mahasiswa pada masa peranannya sangat penting karena mereka bertaruh nyawa untuk menggulirkan pada masa itu karena pada massa itu menurut masyarakat sudah tdak cocok lagi banyak kerusuhan dimana-mana menentang kekuasaan pada masa itu. Para mahasiswa bersatu untuk menggulingkan kekuasaan pada masa itu mereka berhadapan militer yang bersenjata lengkap tanpa rasa takut mereka maju dan gugur satu per satu tetepai seangat mereka tetaplah berkobar ibarat "mati satu tumbuh seribu" satu mati maka yang lain segera bertindak dan melawan. Hingga pada akhrinya mahasiswa dapat mengakhiri kekuasaaan orde baru. Menurutku merakapun telah menjalan Tri dharma perguruan tinggi.

mahasiswa pada periode 2000 keatas disini yang saya lihat dari mahasiswa termasuk saya sendiri. Saya merasakan sudah jarang rasa persatuan seperti mahasiswa yang dulu muncul sekarang sebagian mahasiswa lebih banyak mengurusi diri mereka sendiri dengan mencapai IP yang tinggi tanpa pengabdian kepada masyarakat jarang ada yang peduli dan priatin terhadap masyarakat dan juga kata-kata dari soe hok gie pun belum tercapai pada masa ini, kata beliau: "Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun". Nyatanya pada masa sekarang mahasiswa mengambil keputusan dalam arti politis tetap saja atas dasar agama, ormas, dan kepentingan golongan. Soe hok gie menginginkan kita para mahasiswa mengambil keputusan dalam arti politis atas dasar netral menginginkan kita tidak mementingan kepentingan pribadi tetapi kepentingan bangsa dan kepentingan negara kita dengan tujuan membuat negara tercinta Indonesia ini dengan atas dasar kebenaran yg benar-benar BENAR tidak atas kesalahan yang sudah jelas-jelas SALAH. mahasiswa pada masa ini telah terlena dengan kedamaian sudah terlalu nyaman dengan kondisi ini sehingga mereka lupa dengan persatuan. Mereka mementingkan kepentingan pribadi mereka sehingga tri dharma kita ini mulai menurun... juga ini merupakan koreksi bagi diri saya sendiri